Jumat, 15 Mei 2020

LIMA KATA SERAPAN DARI BAHASA BELANDA, INGGRIS, SANSEKERTA, DAN PERANCIS


                  A.  Pengertian Kata Serapan

Kata serapan adalah bentuk kata yang awalnya berasal dari bentuk kata luar bahasa yang diadopsi ditulis, dieja, serta diucapkan disesuaikan menjadi bahasa lokal atau menjadi bahasa Indonesia. Singkatnya, kata serapan adalah bentuk adopsi kata dari luar.

B. Tabel Kata Serapan dari Bahasa Belanda, Inggris, Sansekerta, dan Bahasa Perancis

Banyak sekali kata-kata diluar yang kemudian diserap menjadi bahasa Indonesia dan telah diresmikan ke dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia kemudian mengadopsi kata-kata asing menjadi kata-kata yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut ini adalah tabel kata-kata serapan yang berasal dari kata dalam bahasa Belanda, Inggris, Sansekerta, dan Perancis :

1.      Tabel Kata Serapan dari Bahasa Belanda

Bentuk Kata Asal Bahasa Belanda
Bentuk Kata dalam Bahasa Indonesia
Pleister
Plester
Seminaar
Seminar
Bioscoop
Bioskop
Handdoek
Handuk
Vulpen
Pulpen

2.      Tabel Kata Serapan dari Bahasa Inggris
Bentuk Kata Asal Bahasa Inggris
Bentuk Kata dalam Bahasa Indonesia
Assumption
Asumsi
Calculator
Kalkulator
Charismatic
Karismatik
Detection
Deteksi
Ecosystem
Ekosistem

3.      Tabel Kata Serapan dari Bahasa Sansekerta
Bentuk Kata Asal Bahasa Sansekerta
Bentuk Kata dalam Bahasa Indonesia
Matthaya
Madya
Songka
Sangka
Sat
Setia
Cin
Cinta
Itsatri
Istri

4.      Tabel Kata dari Bahasa Perancis
Bentuk Kata Asal Bahasa Perancis
Bentuk Kata dalam Bahasa Indonesia
Masculin
Maskulin
Pant Omime
Pantonim
Souvenir
Suvenir
Devant
Depan
Cinéma
Sinema

                  C. Kesimpulan

Kata serapan adalah bentuk kata yang awalnya berasal dari bentuk kata luar bahasa yang diadopsi ditulis, dieja, serta diucapkan disesuaikan menjadi bahasa lokal atau menjadi bahasa Indonesia. Bahasa serapan dari berbagai negara menjadikan bahasa Indonesia lebih beragam. Kata-kata serapan kemudian diadopsi dan kemudian telah menjadi Ejaan Bahasa Indonesia serta diresmikan menjadi kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Sabtu, 02 Mei 2020

Perbandingan Paragraf dan Alinea


Perbandingan Paragraf dan Alinea

A.    Pengertian Paragraf dan Alinea
Paragraf adalah sekumpulan atau paduan dari rangkaian kalimat-kalimat disusun secara sistematis dan logis dalam membahas topik tertentu sehingga membentuk suatu kesatuan pokok pembahasan. Pengertian lain dari paragraf ialah susunan kata-kata sehingga membentuk beberapa kalimat dan kemudian dipadukan kalimat-kalimat tersebut sehingga dapat disebut sebagai paragraf. Alinea mirip sekali dengan paragraf, namun ada pembedaan khas pada alinea. Hal yang harus diperhatikan pada alinea adalah hasil penggabungan beberapa kalimat yang kesatuan pada seluruh kalimat dalam Alinea membicarakan satu gagasan. Kesatuan atau paduan yang ada pada seluruh kalimat dalam alinea itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal alinea.
Pada umumnya alinea terdiri atas lebih dari satu kalimat. Atau dapat dikatakan bahwa alinea pada umumnya terdiri atas beberapa kalimat. Dari fungsi dan kandungannya, kalimat dalam alinea dapat dipilah-pilah menjadi kalimat topik, kalimat pengembangan, kalimat penutup, dan kalimat penghubung.
B.     Unsur-Unsur Paragraf dan Alinea
Paragraf dan alinea memiliki unsur-unsur yang harus diperhatikan. Ada apa sajakah unsur-unsur pada paragraf dan alinea? Berikut ini pembahasan unsur-unsur yang dimiliki pada paragraf dan alinea.
No
Paragraf
Alinea
1.
Mengandung satu pikiran utama atau suatu topik.
Ide pembicaraan atau masalah bersifat abstrak. Ide pokoknya berupa kata, frasa atau klausa.
2.
Pikiran utama didukung oleh suatu pikiran penjelasan, baik dengan penjelasan, uraian maupun sebuah contoh-contoh
Kalimat topik berupa perwujudan pernyataan ide pokok dalam bentuk yang masih abstrak.
3.
Harus mempunyai Koherensi antar kalimat dalam satu paragraf dan antar paragraf dalam satu karangan yang lebih dari satu paragraf. Antar kalimat dan antar paragraf terjalin sebuah hubungan yang saling mendukung.
Penjelasan ide pokok dalam bentuk yang kongkret.
4.
Harus mempunyai karangan yang memiliki satu kesatuan yang padu.
Kalimat pengembang yaitu perwujudan pernyataan ide pengembang dalam bentuk kongkret.
5.
Harus harmonis semantis (menyangkut makna), gramatis (sesuai dengan tata bahasa), dan normatif (sesuai kaidah bahasa).
Kalimat penegas yaitu kalimat yang berfungsi menegaskan dengan cara mengulang bentuk kalimat topik pada bagian akhir paragraf.

C.     Fungsi Paragraf dan Alinea
Paragraf serta alinea memiliki fungsinya masing-masing. Paragraf dan alinea tentunya memiliki ciri fungsi yang hampir berbeda dari keduanya. Berikut ini adalah tabel fungsi paragraf dan alinea.
No
Paragraf
 Alinea
1.
Untuk mengekspresikan suatu gagasan dalam bentuk sebuah tulisan dengan memberikan suatu bentuk pikiran dan sebuah perasaan dengan serangkaian suatu kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
Penampung cuplikan pikiran atau ide pokok.
2.
Untuk menandai sebuah peralihan gagasan baru bagi sebuah karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti suatu pikiran juga.
Untuk memudahkan pembaca memahami jalan pikiran yang diungkapkan penulis.
3.
Untuk memudahkan dalam suatu pengorganisasiaan gagasan bagi penulisnya dan memberikan kemudahan dalam pemahaman bagi pembacanya.
Untuk mengembangkan jalan pikiran secara sistematis bagi penulis.
4.
Untuk memudahkan dalam pengembangan sebuah topik karangan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
Untuk penyampaian cuplikan pikiran atau ide pokok pengarang kepada para pembaca.
5.
Untuk memudahkan dalam pengendalian variabel, terutama dalam karangan yang terdiri dari beberapa variabel.
Dalam rangka keseluruhan karangan paragraf dapat berfungsi sebagai pengantar, transisi, dan penutup.

D.    Kesimpulan
Paragraf adalah sekumpulan atau paduan dari rangkaian kalimat-kalimat disusun secara sistematis dan logis dalam membahas topik tertentu sehingga membentuk suatu kesatuan pokok pembahasan. Paragraf tersusun atas kalimat utama, hal yang harus diperhatikan pada alinea adalah hasil penggabungan beberapa kalimat yang kesatuan pada seluruh kalimat dalam Alinea membicarakan satu gagasan. Kesatuan atau paduan yang ada pada seluruh kalimat dalam alinea itu kompak, saling berkaitan mendukung gagasan tunggal alinea.Paragraf tersusun atas kalimat utama kalimat penjelas, kalimat utama merupakan kalimat inti yang memuat gagasan utama/ide pokok pada sebuah alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk menjelaskan atau mendukung ide utama.